Selasa, 16 Desember 2014

Dasar perencanaan


Pengantar manajeman pendidikan kelompok 2


Pembahasan :
Definisi Perencanaan
perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengemb Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu,angkan rencana aktivitas kerja organisasi.
Dasar Pemikiran Perencanaan
Suatu perencanaan selalu mengambil tindakan yang rasional dengan cerdas. Tetapi sebenarnya, suatu tindakan berpikir cerdas tersebut merupakan pemikiran tentang suatu subjek dari banyak pendapat.  Termasuk juga para pendukung kebijakan substantif yang membuat suatu perencanaan melalui proses pemikiran rasional. Mereka menyebutnya proses perencanaan  ini sebagai tindakan yang rasional karena argumen yang ada dapat merekonstruksi dan membuat kesimpulan sehingga orang lain yg dipimpin dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang samaJadi, seorang pengambil keputusan biasanya dilibatkan dengan banyak argumen yang dibuat oleh para pendukung tindakan serta dihadapkan dengan masalah menilai suatu tindakan dari berbagai argumen tersebut agar dapat diterima. Bagi mereka informasi yang diberikan oleh suatu kritik ideologis merupakan rambu yang berguna tentang apa yang mungkin mendasari proposal.
Konsep perencanaan
Perencanaan ialah sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu priode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Beberapa ahli memberikan pengertian perencanaan.  Menurut Bintoro Tjokroaminoto, perencanaan ialah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistimatis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang disebut perencanaan ialah kegiatan yang akan dilakukan dimasa yang akan datang untuk mencapai tujuan. Dari definisi ini perencanaan mengandung unsur-unsur sbb:
1). Sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya.
2). Adanya proses
3). Hasil yang ingin dicapai
4). Menyangkut masa depan dalam waktu tertentu.

Proses perencanaan
Proses perencanaan atau planning adalah bagian dari daur kegiatan manajemen yang terutama berhubungan dengan pengambilan keputusan (decision making)untuk masa depan, baik jangka panjang maupun jangka pendek, sehubungan dengan pokok pertanyaan: apa, siapa, bagaimana, kapan, di mana, dan berapa, baik sehubungan dengan lembaga yang dimanajemeni maupun usaha-usahanya.Proses perencanaan dapat dilaksanakan menyeluruh, misalnya dalam perencanaan korporat, perencanaan strategis, atau perencanaan jangka panjang.
Sifat-Sifat Perencanaan
  1. Pemakaian kata-kata yang sederhana dan jelas (artinya mudah dipahami oleh yang menerima sehingga penafsiran yang berbeda-beda dapat ditiadakan)
  2. Fleksibel (artinya suatu rencana harus dapat menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya. Bila ada perubahan keadaan maka tidak semua rencana dirubah dan dimungkinkan diadakan penyesuaian-penyesuaian. Jadi sifatnya tidak kaku harus begini dan begitu walaupun keadaan lain dari yang direncanakan.
  3. Stabilitas (artinya tidak perlu setiap kali rencana mengalama perubahan jadi harus dijaga  kestabilitasannya, sehingga ada dalam perimbangan.
  4. Ada perimbangan (artinya masalah waktu  harus seimbang dengan kebutuhan)
  5. Seluruh tindakan yang dibutuhkan sesuai dengan fungsi-fungsi yang ada.
Fungsi Perencanaan 
a.       Menentukan titik tolak dan tujuan usaha.Tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai sehingga merupakan sasaran, sedangkan perencanaan adalah alat untuk mencapai sasaran tersebut.
b.      Memberikan pedoman, pegangan dan arah.
           Suatu perusahaan harus mengadakan perencanaan apabila hendak mencapai          suatu tujuan. Tanpa perencanaan, suatu perusahaan tidak akan memiliki pedoman, pegangan dan arahan dalam melaksanakan aktivitas kegiatannya. Mencegah pemborosan waktu, tenaga dan material.
c.       Dalam menetapkan alternatif dalam perencanaan, kita harus mampu menilai apakah alternatif yang dikemukakan realistis atau tidak atau dengan kata lain, apakah masih dalam batas kemampuan kita serta dapat mencapai tujuan yang kita tetapkan. Misalnya suatu perusahaan menetapkan tujuan bahwa omzet penjualan untuk tahun yang akan datang dinaikkan sebanyak 10%. Untuk itu ditetapkan alternatif media promosi antara lain radio, majalah dan surat kabar.


d.      Memudahkan pengawasan.
  Dengan adanya planning, kita dapat mengetahui penyelewengan yang terjadi  karena planning merupakan pedoman dan patokan dalam melakukan suatu usaha. Agar dapat membuat perencanaan yang baik, maka manajer memerlukan data-data yang lengkap, dapat dipercaya serta aktual.



e.       Kemampuan evaluasi yang teratur.
 Dengan adanya planning, kita dapat mengetahui apakah usaha yang kita lakukakn  sudah sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai. Sehingga tidak terjadi under planning dan over planning.

f.     Sebagai alat koordinasi.
Perencanaan dalam suatu perusahaan kadang-kadang begitu kompleks, karena untuk perencanaan tersebut meliputi berbagai bidang di mana tanpa koordinasi yang baik dapat menimbulkan benturan-benturan yang akibatnya dapat cukup parah. Dapat kita misalkan, perjalanan suatu kereta api yang dengan tanpa adanya koordinasi yang baik, kemungkinan akan terjadi tabrakan atau harus menunggu terlalu lama pada simpangan-simpangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar