Pengantar manajeman pendidikan kelompok 2
Pembahasan :
Definisi Perencanaan
perencanaan adalah
proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan
itu, dan mengemb Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal.
Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan
bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana
tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu
tertentu,angkan rencana aktivitas kerja organisasi.
Dasar
Pemikiran Perencanaan
Suatu perencanaan selalu
mengambil tindakan yang rasional dengan cerdas. Tetapi sebenarnya, suatu
tindakan berpikir cerdas tersebut merupakan pemikiran tentang suatu subjek dari
banyak pendapat. Termasuk juga para pendukung kebijakan substantif yang
membuat suatu perencanaan melalui proses pemikiran rasional. Mereka menyebutnya
proses perencanaan ini sebagai tindakan yang rasional karena argumen yang
ada dapat merekonstruksi dan membuat kesimpulan sehingga orang lain yg dipimpin
dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang samaJadi, seorang pengambil keputusan biasanya dilibatkan
dengan banyak argumen yang dibuat oleh para pendukung tindakan serta dihadapkan
dengan masalah menilai suatu tindakan dari berbagai argumen tersebut agar dapat
diterima. Bagi mereka informasi yang diberikan oleh suatu kritik ideologis
merupakan rambu yang berguna tentang apa yang mungkin mendasari proposal.
Konsep
perencanaan
Perencanaan ialah sejumlah
kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu priode
tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Beberapa ahli memberikan
pengertian perencanaan. Menurut Bintoro Tjokroaminoto, perencanaan ialah
proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistimatis yang akan dilakukan
untuk mencapai tujuan tertentu.
Dari pengertian diatas dapat
ditarik kesimpulan bahwa yang disebut perencanaan ialah kegiatan yang akan
dilakukan dimasa yang akan datang untuk mencapai tujuan. Dari definisi ini
perencanaan mengandung unsur-unsur sbb:1). Sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya.
2). Adanya proses
3). Hasil yang ingin dicapai
4). Menyangkut masa depan dalam waktu tertentu.
Proses perencanaan
Proses perencanaan atau planning adalah bagian dari daur kegiatan manajemen yang terutama berhubungan dengan pengambilan keputusan (decision making)untuk masa depan, baik jangka panjang maupun jangka pendek, sehubungan dengan pokok pertanyaan: apa, siapa, bagaimana, kapan, di mana, dan berapa, baik sehubungan dengan lembaga yang dimanajemeni maupun usaha-usahanya.Proses perencanaan dapat dilaksanakan menyeluruh, misalnya dalam perencanaan korporat, perencanaan strategis, atau perencanaan jangka panjang.
Sifat-Sifat Perencanaan
- Pemakaian kata-kata yang sederhana dan jelas (artinya mudah dipahami
oleh yang menerima sehingga penafsiran yang berbeda-beda dapat ditiadakan)
- Fleksibel (artinya suatu rencana harus dapat menyesuaikan dengan
keadaan yang sebenarnya. Bila ada perubahan keadaan maka tidak semua
rencana dirubah dan dimungkinkan diadakan penyesuaian-penyesuaian. Jadi
sifatnya tidak kaku harus begini dan begitu walaupun keadaan lain dari
yang direncanakan.
- Stabilitas (artinya tidak perlu setiap kali rencana mengalama
perubahan jadi harus dijaga kestabilitasannya, sehingga ada dalam
perimbangan.
- Ada perimbangan (artinya masalah waktu harus seimbang dengan
kebutuhan)
- Seluruh tindakan yang dibutuhkan sesuai dengan fungsi-fungsi yang ada.
Fungsi
Perencanaan
a.
Menentukan titik tolak dan
tujuan usaha.Tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai sehingga merupakan
sasaran, sedangkan perencanaan adalah alat untuk mencapai sasaran tersebut.
b.
Memberikan pedoman,
pegangan dan arah.
Suatu perusahaan harus
mengadakan perencanaan apabila hendak mencapai suatu tujuan. Tanpa perencanaan, suatu
perusahaan tidak akan memiliki pedoman, pegangan dan arahan dalam melaksanakan
aktivitas kegiatannya. Mencegah
pemborosan waktu, tenaga dan material.
c.
Dalam menetapkan alternatif
dalam perencanaan, kita harus mampu menilai apakah alternatif yang dikemukakan
realistis atau tidak atau dengan kata lain, apakah masih dalam batas kemampuan
kita serta dapat mencapai tujuan yang kita tetapkan. Misalnya suatu perusahaan
menetapkan tujuan bahwa omzet penjualan untuk tahun yang akan datang dinaikkan
sebanyak 10%. Untuk itu ditetapkan alternatif media promosi antara lain radio,
majalah dan surat kabar.
d.
Memudahkan pengawasan.
Dengan adanya planning,
kita dapat mengetahui penyelewengan yang terjadi karena planning merupakan pedoman dan
patokan dalam melakukan suatu usaha. Agar dapat membuat perencanaan yang baik,
maka manajer memerlukan data-data yang lengkap, dapat dipercaya serta aktual.
e.
Kemampuan evaluasi yang
teratur.
Dengan adanya planning,
kita dapat mengetahui apakah usaha yang kita lakukakn sudah sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai.
Sehingga tidak terjadi under planning dan over planning.
f. Sebagai alat koordinasi.
Perencanaan dalam suatu perusahaan kadang-kadang
begitu kompleks, karena untuk perencanaan tersebut meliputi berbagai bidang di
mana tanpa koordinasi yang baik dapat menimbulkan benturan-benturan yang
akibatnya dapat cukup parah. Dapat kita misalkan, perjalanan suatu kereta api
yang dengan tanpa adanya koordinasi yang baik, kemungkinan akan terjadi
tabrakan atau harus menunggu terlalu lama pada simpangan-simpangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar