Selasa, 16 Desember 2014

Evaluasi


Pengantar manajeman pendidikan kelompok 12

(evaluasi)
Definisi evaluasi
Evaluasi (bahasa Inggris:Evaluation) adalah proses penilaian . Dalam perusahaan, evaluasi dapat diartikan sebagai proses pengukuran akan efektifitas strategi yang digunakan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut akan digunakan sebagai analisis situasi program berikutnya.
Jadi evaluasi adalah suatu proses untuk menyediakan informasi tentang sejauh mana suatu kegiatan tertentu telah dicapai, bagaimana perbedaan pencapaian itu dengan suatu standar tertentu untuk mengetahui apakah ada selisih di antara keduanya, serta bagaimana manfaat yang telah dikerjakan itu bila dibandingkan dengan harapan-harapan yang ingin diperoleh. Dalam pengertian yang lain, evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan, sampai sejauh mana tujuan program telah tercapai.
Dasar-dasar evaluasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Konsep adalah rancangan atau ide yang masih diabstrakan sedangkan dasar adalah pokok atau pangkal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsep dasar evaluasi adalah suatu rancangan atau ide pokok evaluasi.
Dalam suatu kegiatan pendidikan konsep dasar evaluasi harus dikuasai oleh pendidik ataupun calon pendidik yaitu Pengertian evaluasi pendidikan, tujuan evaluasi pendidikan, karakteristik evaluasi pendidikan, dan teknik evaluasi
-       Pengertian Evaluasi Pendidikan
-       Tujuan Evaluasi Pendidikan
-       Karakteristik Evaluasi
~Kevalidan
Valid artinya suatu alat ukur dapat dikatakan valid jika betul-betul mengukur apa yang hendak diukur secara tepat.
  ~Reliable
  Realible artinya suatu alat ukur dapat dikatakan reliable jika mempunya hasil yang taat asas (consistent) .
~Relevan
 Relevan artinya alat ukur yang digunakan harus sesuai dengan standar kompetensi dasar dan indikator yang sudah ditetapkan.
~Representative
Artinya materi alat ukur harus betul-betul mewakili dari seluruh materi yang disampaikan.
~Praktis
Praktis artinya mudah digunakan, jika alat ukur itu sudah memenuhi syarat namun sulit untuk digunakan maka tidak praktis.
~Deskriminatif
Deskriminatif artinya lat ukur harus disusun sedemikian rupa, sehungga dapat menunjukkan perbedaan-perbedaan sekecil apapun.
~ Spesifik
Spesifik artinya jika alat ukur disusun dan digunakan khusus untuk objek yang diukur. Jika alat ukur tersebut menggunakan tes, maka jawaban tes jangan menimbulkan ambivilensi atau spekulasi.
~Proporsiona
Proporsional artinya suatu alat ukur harus memiliki tingkat kesulitan yang proporsional antaa sulit, sedang dan mudah.

Prinsip-prinsip Evaluasi
Ketika proses evaluasi telah dilakukan dengan penerapan teknik evaluasi yang sudah sempurna namun apabila tidak dipadukan dngan prinsip-prinsip penunjangnya maka hasil evaluasi akan kurang dari yang diharapkan. Berikut ini adalah yang termasuk prinsip-prinsip evaluasi adalah :
1)    Keterpaduan
   Evaluasi harus memegang prinsip keterpaduan, dimana ada kesatuan antara tujuan intruksional atau tujuan pembelajaran, materi pembelajaran dan metode pembelajaran.
2)    Keterlibatan siswa
   Prinsip ini berkaitan erat dengan metode belajar yakni menuntut keterlibatan siswa secara aktif. Untuk mengetahui sejauh mana siswa berhasil dalam kegiatan belajar-mengajar yang dijalaninya secara aktif, siswa membutuhkan evaluasi.
3)    Koherensi
   Dengan prinsip ini dimaksudkan evaluasi harus berkaitan dengan materi pengajaran yang sudah disajikan dan sesuai dnegan kemampuan siswa yang hendak diukur.
4)    Pedagogis
   Prinsip ini sangat diperlukan karena sebagai alat penilai  dari hasil pembelajaran. Disamping itu, perlu adanya alat penilai dari aspek pedagogis untuk melihat perubahan skap dan perilaku sehingga pada akhirnya hasil evaluasi mampu menjadi motivator bagi diri siswa.
5)    Akuntabilitas
   Setelah menilai dan melihat hasil pencapaian siswa kemudian diperlukan adanya penyampaian terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan sebagai laporan pertanggungjwaban (accountability). Pihak-pihak yang dimaksud adalah orang tua, masyarakat, lembaga pendidikan, dan lain sebagainya. Pihak-pihak tersebut perlu mengetahui keadaan dan kemajuan belajar siswa agar dapat mempertimbangkan manfaatnya.

Objek Evaluasi
objek atau sasaran evaluasi adalah hal-hal yang menjadi pusat perhatian untuk dievaluasi. Apa pun yang ditentukan oleh evaluator atau penilai untuk dievaluasi, itulah yang disebut dengan objek evaluasi.
               Terdapat tiga objek evaluasi dalam bidang pendidikan yaitu :
1.    Input
Input atau masukan adalah bahan mentah yang akan dimasukkan dalam transformasi pendidikan. Input evaluasi adalah siswa, dan yang menjadi objek evaluasi pendidikan pada input siswa adalah hasil beljar, sikap, motivasi, bakat, kecerdasan, minat dan kepribadian.
2.    Transformasi
Transformasi adalah mesin yang bertugas mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi. Dalam dunia sekolah, sekolah itulah yang dimaksud dengan transformasi. Di sekolah terdiri dari beberapa mesin yang menyebabkan berhaisil atau gagalnya sebagai transformasi, hal itu ditentukan oleh unsur-unsur yang ada. Unsur-unsur transformasi sekolah tersebut adalah guru, bahan pelajaran, metode mengajar, sarana prasarana, sistem administrasi.
3.    Output
Output adalah bahan jadi yang dihasilkan dari proses transformasi. Output evaluasi adalah siswa yang menjadi lulusan lembaga pendidikan tertentu. Evaluasi terhadap lulusan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencapaian atau prestasi belajar siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.

Monitoring atau pengawasan


Pengantar manajeman pendidikan kelompok 11

(Minitoring atau pengawasan)
 Definisi Pengawasan
pengawasan adalah suatu proses pemantauan untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan suatu kegiatan untuk mengambil suatu keputusan.

Dasar system pengawasan
-       Tahapan pengawasan
-       Prinsip pengawasan
-       Proses pengawasan
-       Obyek pengawasan
      
         Sistem Pengawasan
1.      Sistem Komperatif
Langkah-langkah pengawasan melalui sistem komperatif, yaitu :
-Mempelajari laporan kemajuan pekerjaan
      -Membandingkan laporan hasil-hasil pelaksanaan pekerjaan dengan rencana awal
-   Mengadakan analisa terhadap perbdaan-perbedaan
     -   Memberikan penilaian terhadap hasil pekerjaan termasuk para penanggung jawabnya.
    -       Membuat suatu keputusan untuk perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan pekerjaan.

2.    Sistem Verifikatif
Langkah-Langkah pengawasan melalui sistem verifikatif, yaitu :
  -       Menentukan ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan prosedur  pemeriksaan.
    -       Membuat laporan secara periodik terhadap hasil pemeriksaan.
    -       Mempelajari laporan untuk mengetahui perkembangan dari hasil pelaksanaan.
    -       Mengambil keputusan untuk tindakan-tindakan perbaikan atau penyempurnaan.

3.      Sistem Inspeksi
Inspeksi bertujuan untuk mengecek kebenaran dari hasil laporan dan memberikan penjelasan-penjelasan terhadap kebijaksanaan pimpinan, dilakukan dengan rasa kesetiakawanan, solidaritas dan morak yang tinggi.

4.     Sistem Investigasi
Hasil laporan dari sistem ini bersifat hipotesa (dugaan sementara). Sistem ini menitik beratkan penelitian yang lebih mendalam terhadap masalah yang bersifat negatif.
Tahapan-tahapan yang dilakukan adalah :
-     Pengumpulan data
-     Menganalisa/mengolah data
-     Penelitian terhadap data tersebut
-     Kemudian hasil penelitian nya diambil keputusan.

SOP PENGAWASAN
Didalam pengawasan terdapat tujuan dari SOP pengawasan yaitu untuk   pedoman agar tidak menyimpang dari ketentuan yang ada.
Dan Manfaat Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) adalah sebagai pedoman bagi seluruh anggota pengawasan dalam melaksanakan tugas dilapangan.

Pengawasan yang efektif
Pengawasan yang efektif didasarkan pada sistem informasi manajeman (SIM) yang efektif SIM dapat di tetapkan sebagai metode formal untuk memberikan informasi yang di butuhkan oleh seorang manajer agar dapat melaksanakan tugas secara efektif.

Komunikasi


Pengantar manajeman pendidikan kelompok 10

(Komunikasi)
definisi komunikasi
Komunikasi adalah proses transmisi informasi dan pemahaman umum dari satu orang ke orang lain. Unsur-unsur dari proses komunikasi adalah pengirim, pengkodean pesan, transmisi pesan melalui media, penerimaan pesan, decoding pesan, umpan balik, dan gangguan. Sejumlah hambatan dapat menghambat komunikasi yang efektif. Ini dapat dibagi menjadi empat kategori: hambatan proses, hambatan fisik, hambatan semantik, dan psikososial hambatan. Untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, sekolah harus mengembangkan sebuah kesadaran akan pentingnya pengirim dan tanggung jawab penerima dan mematuhi keterampilan mendengarkan aktif.

Faktor yang mempengaruhi Komunikasi

Komunikasi sering mengalami gangguan sehingga proses komunikasi tidak seperti yang diharapkan. Banyak hal yang dapat mempengaruhi komunikasi diantaranya :
1.            Latar belakang budaya
Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif.

2.            Ikatan dengan kelompok atau grup
Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan.

3.            Harapan
Harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan.Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan

Proses Komunikasi

1.               Sender, Individu, kelompok atau organisasi yang
               menginginkan menyampaikan pesan kepada individu, 
               kelompok, atau organisasi lain, yaitu receiver.
2.               Encoding, adalah menerjemahkan pemikiran tentang apa yang
               ingin disampaikan ke dalam kode atau bahasa yang dapat
               dimengerti orang lain.
3.               Message, adalah pesan yang merupakan informasi
               yang ingin disampaikan sender kepada receiver.
4.               Channel atau medium, merupakan saluran yang akan dipakai
               untuk menyampaikan pesan.
5.               Decoding, memecahkan sandi, merupakan proses
               menginterpretasikan dan membuat masuk akal suatu pesan
               yang diterima receiver.
6.               Receiver, adalah orang, kelompok, atau organisasi kepada
               siapa pesan dimaksudkan untuk diterima.
7.               Noise, merupakan suatu yang menggangu terhadap
               penyampaian dan pemahaman terhadap pesan.
8.               Feedback, merupakan pengetahuan tentang dampak pesan
               pada receiver dan menimbulkan reaksi receiver disampaikan
               kepada sender.

Prinsip Komunikasi

1.               Penuh minat terhadap materi pesan,
2.               Menarik perhatian bagi komunikan,
3.               Dilengkapi alat peraga,
4.               Menguasai materi pesan,
5.               Mengulangi bagian yang penting,
6.               Memiliki kegunaan, dan
7.               Jangan menggangap bahwa setiap orang sudah mengerti
               pesan yang kita berikan (perlu umpan balik).

   Tujuan komunikasi

Tujuan komunikasi adalah untuk membangun/menciptakan pemahaman atau pengertian bersama. Saling memahami atau mengerti bukan berarti harus menyetujui, tetapi mungkin dengan komunikasi terjadi suatu perubahan sikap, pendapat, perilaku, ataupun perubahan secara sosial.
1.    Perubahan sosial
Seorang komunikan setelah menerima pesan kemudian sikapnya berubah, baik positif maupun negatif.
2.    Perubahan pendapat
Dalam komunikasi berusaha menciptakan pemahaman.
3.    Perubahan perilaku
Komunikasi bertujuan untuk merubah perilaku maupun tindakan seseorang, dari perilaku yang dekstruktif (tidak mencerminkan perilaku hidup sehat, menuju perilaku hidup sehat).
4.    Perubahan sosial
Membangun dan memelihara ikatan hubungan dengan orang lain sehingga menjadi hubungan yang makin baik. Dalam proses komunikasi yang efektif secara tidak sengaja meningkatkan kadar hubungan interpersonal.

                Manfaat Komunikasi

Menurut Alo Liliweri (2007 ; 18), secara umum ada lima kategori fungsi utama komunikasi dan Manfaat Komunikasi diantaranya :
1.    Sumber atau pengirim menyebarluaskan informasi agar dapat diketahui penerima (informasi / to inform), fungsi utama dan pertama dari informasi adalah menyampaikan pesan (informasi) atau menyebarluaskan informasi kepada orang lain, artinya diharapkan dari penyebarluasan informasi itu para penerima informasi akan mengetahui sesuatu yang ingin dia ketahui.

2.    Sumber menyebarluaskan informasi dalam rangka mendidik penerima (pendidikan / to educate), fungsi utama dan pertama dari informasi adalah menyampaikan pesan (informasi) atau menyebarluaskan informasi yang bersifat mendidik kepada orang lain, artinya dari penyebarluasan informasi itu diharapkan para penerima informasi akan menambah pengetahuan tentang sesuatu yang ingin dia ketahui.

3.    Sumber memberikan instruksi agar dilaksanakan penerima (instruksi), fungsi instruksi adalah fungsi komunikasi untuk memberikan instruksi (mewajibkan atau melarang) penerima melakukan sesuatu yang diperintahkan.

4.    Sumber mempengaruhi komunikan dengan informasi yang persuasif untuk mengubah persepsi, sikap dan perilaku penerima (persuasi / to influence), fungsi persuasi terkadang disebut fungsi memengaruhi, fungsi persuasi adalah fungsi komunikasi yang menyebarkan informasi yang dapat mempengaruhi (mengubah) sikap penerima agar dia menentukan sikap dan perilaku yang sesuai dengan kehendak pengirim.
5.    Sumber menyebarluaskan informasi untuk menghibur sekaligus mempengaruhi penerima (menghibur / to entertain), fungsi hiburan adalah fungsi pengirim untuk mengirimkan pesanpesan yang mengandung hiburan kepada penerima menikmati apa yang diinformasikan.

Fungsi Komunikasi

Fungsi komunikasi adalah :
-       Kendali
-       Motivasi
-       Pengungkapan emosional
-       Informasi

Macam-macam komunikasi

1.   Komunikasi searah
2.   Komunikasi dua arah
3.   Komunikasi berantai

Interaksi Leader atau Manajer

Setiap leader atau manajer pendidikan sekurang-kurangnya akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak, seperti dengan bawahannya, atasannya, spesialis, kelompok leader atau manajer, masyarakat, kelompok lain, asosiasi profesi, pemerintah, pelanggan, stockholders, supplier, organisasi-organisasi lain.
Sementara itu, kepala sekolah berinteaksi dengan wakilnya, guru, staf tata usaha, dan siswa (intern organisasi sekolah), sedangkan dengan ekstern organisasi sekolah berinteraksi dengan Kepala Dinas Pendidikan, staf Dinas Pendidikan, pemerintah, orang tua/wali murid, alumi, pengusaha, masyarakat, kelompok kepala sekolah, organisasi profesi, dan lain-lainya.
            Karakteristik Komunikasi
1.        Komunikasi membutuhkan lebih dari dua orang yang akan menentukan tingkat hubungan dengan oranglain.
2.        Komunikasi verbal dan non verbal terjadi secara simultan.
3.        Dalam komunikasi seseorang akan berespon terhadap pesan yang diterima.
4.        Pesan yang diterima tidak selalu diasumsikan sama antara penerima dan pengirim.
5.        Pertukaran informasi dibutuhkan ilmu pengetahuan.
6.        Pesan yang dikirim dan diterima dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, pendidikan, keyakinan dan budaya.
7.        Posisi seseorang di dalam sistem sosiokultural dapat mempengaruhi proses komunikasi.
8.        Komunikasi dipengaruhi oleh perasaan diri sendiri, subyek yang dikomunikasikan dan oranglain.
9.        Komunikasi terjadi secara berkesinambungan dan terjadi hubungan timbal balik.

Bentuk-bentuk Komunikasi

Bentuk-bentuk komunikasi dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.    Komunikasi vertikal
Komunikasi vertikal adalah komunikasi dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas atau komunikasi dari pimpinan ke bawahan dan dari bawahan ke pimpinan secara timbal balik.
2.    Komunikasi horisontal
Komunikasi horisontal adalah komunikasi secara mendatar, misalnya komunikasi antara karyawan dengan karyawan dan komunikasi ini sering kali berlangsung tidak formal yang berlainan dengan komunikasi vertikal yang terjadi secara formal.
3.    Komunikasi diagonal
Komunikasi diagonal yang sering juga dinamakan komunikasi silang yaitu seseorang dengan orang lain yang satu dengan yang lainnya berbeda dalam kedudukan dan bagian (Effendy, 2000 : 17).
Pendapat lainnya menyebutkan, komunikasi dapat mengalir secara vertikal atau lateral (menyisi).
Dimensi vertikal dapat dibagi menjadi ke bawah dan ke atas.
·         Ke bawah : Komunikasi yang mengalir dari satu tingkat dalam suatu kelompok atau organisasi ke suatu tingkat yang lebih bawah. Kegunaan dari pada komunikasi ini memberikan penetapan tujuan, memberikan instruksi pekerjaan, menginformasikan kebijakan dan prosedur pada bawahan, menunjukkan masalah yang memerlukan perhatian dan mengemukakan umpan balik terhadap kinerja.
·         Ke atas : komunikasi yang mengalir ke suatu tingkat yang lebih tinggi dalam kelompok atau organisasi digunakan untuk memberikan umpan balik kepada atasan, menginformasikan mereka mengenai kemajuan ke arah tujuan dan meneruskan masalah-masalah yang ada.
Sedangkan dimensi lateral, komunikasi yang terjadi di antara kelompok kerja yang sama, diantara anggota kelompok-kelompok kerja pada tingkat yang sama, diantara manajer-manajer pada tingkat yang sama.
            Gaya Komunikasi
                                Terdapat macam-macam gaya komunikasi diantaranya yaitu :
1.    The Controlling Style
Gaya komunikasi yang bersifat mengendali ini, ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa dan mengatur perilaku, pkikiran dan tanggapan orang lain.

2.    The Equalitarian Style
The equalitarian style of communication ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah (two-way traffic of communication).

3.    The Structuring
Gaya komunikasi yang terstruktur ini, memanfaat pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi.
4.    The Dynamic Style
Gaya komunikasi yang dinamis ini memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim pesan atau sender memahami bahwa lingkungan pekerjaanya berorientasi pada tindakan (action-oriented). The dynamic style of communication ini sering dipakai oleh para juru kampanye ataupun supervisor yang membawahi para wiranegara (salesmen).
5.    The Relinguishing Style
Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima sara, pendapat ataupun gagasan orng lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun pengiriman pesan (sender) mempunyai hak untuk memberi perintah dan menguntrol orang lain.
6.    The Withdrawal Style
Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak komunikasi, artinya tidak ada keinginan dari orang-orang yang memakai gaya ini untuk berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun kesulitan antar pribadi yang dihadapi oleh orang-orang tersebut.

Hambatan-Hambatan Komunikasi

1.    Filtering, menunjukkan bahwa sender secara sengaja memanipulasi informasi sehingga receiver akan melihat lebih favourable. 
2.    Selective perception, receiver dalam proses komunikasi secara efektif melihat dan mendengar berdasar pada kebutuhan, pengalaman, latar belakang, dan karekteristik lainnya personal lainnya.
3.    Information oveload, individu mempunyai kapasitas terbatas untuk memproses data.
4.    Emotions, kita cenderung paling mengesampingkan rasionalitas kita dan proses pemikiran objektif dan mensubsitusi pertimbangan emosional.
5.    Language, umur dan konteks merupakan faktor terbesar yag memengaruhi perubahan tersebut.
6.    Silance, didefinisikan oleh ketiadaan informasi.

7.    Communication apprehension, mengalami ketegangan yang tidak semestinya dan kegelisahan dalam komunikasi lisan, komunikasi tertulis atau keduanya.
8.    Gender differences, cenderung digunakan oleh pria untuk menekan status, sedang wanita cenderung menggunakan untuk menciptakan hubungan.
9.    Politically correct communication, berarti tidak ofensif di mana makna dan penyederhanaan hilang atau kebebasan berekspresi dirintangi.
10. Personal barriers, menunjukkan stiap atribut invidual yang menghindari komunikasi.
11. Physical barriers, hambatan fisik dapat berupa suara, waktu, tempat dan lainnya lagi.
12. Semantic barriers, hambatan oleh pengguna kata yang tidak jelas atau ambigu.

Teknik Berkomunikasi Secara Efektif

untuk menjadi komunikator atau komunikan yang baik, atasilah hambatan-hambatan komunikator tersebut. Di samping itu jadilah,
1.    pendengar yang baik,
2.    pembicara yang efektif,
3.    pembaca yang baik,
4.    penulis yang baik,
5.    pembelajar yang baik, dan
6.    pembimbing yang baik
sebagai seorang pendengar dan pembicara yang baik haruslah melakukan sebelas kaidah menjadi pendengar yang baik, yaitu :
1.    lakukan lah kontak mata,
2.    hindarilah untuk mengevaluasi lebih awal terhadap pembicara,
3.    hindari pemberian “bumbu-bumbu” waktu pembicaraan dengan orang lain,
4.    jangan mencampuri pemikiran orang lain yang sedang berbicara atau ikut melanjutkan ujung-ujung pembicaraan,
5.    jangan mnghindarkan diri untuk mendengarkan si pembicara karena akan menjauhkan kertebukaan (kooperatif),
6.    jangan mengiterupsi pembicaraan orang lain (berlaku sopan,)
7.    hindari kecurigaan terhadap yang di bicarakan orang lain, (brsikap dan berpikir positif) ,
8.    jangan perhatikan orangnya, tetapi isi pembicaraanya,
9.    jangan munafik terhadap diri sendiri karena banyak pngaruhnya terhadap isi pmbicaraan,
10. dengarlah si pembicara.
11. Konsentrasilah pada lawan bicara, hindari tindakan dan pikiran lain yang mengganggu.

Kesimpulan :
komunikasi adalah pemberian informasi yang didalamnya terdapat sender dan receiver. Komunikasi juga erat kaitannya dengan sebuah koordinasi antara atasan dengan bawahannya. Jika sorang atasan maupun bawahan sudah bisa memiliki koordinasi yang baik maka ia akan menghasilkan sebuah hubungan baik yang akan berdampak positif dalam sebuah organisasi.