Pengantar manajeman pendidikan kelompok 9
(kepercayaan)
Definisi Kepercayaan :
Kepercayaan
merupakan hal yang penting karena membantu mengatur kompleksitas, membantu
mengembangkan kapasitas aksi, meningkatkan kolaborasi dan meningkatkan
kemampuan pembelajaran organisasi. Kunci yang sangat penting dalam membangun
kepercayaan yang tinggi dalam organisasi adalah pencapaian hasil, bertindak
dengan integritas, dan pendemonstrasian perhatian.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan :
Terdapat beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi kepercayaan seseorang. McKnight et al (2002b) menyatakan
bahwa ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen yaitu
perceived web vendor reputation, dan perceived web site quality.
a. Perceived web vendor reputation
Reputasi merupakan suatu atribut yang diberikan kepada penjual
berdasarkan pada informasi dari orang atau sumber lain. Reputasi dapat menjadi
penting untuk membangun kepercayaan seorang konsumen terhadap penjual karena
konsumen tidak memiliki pengalaman pribadi dengan penjual, Reputasi dari mulut
ke mulut yang juga dapat menjadi kunci ketertarikan konsumen. Informasi positif
yang didengar oleh konsumen tentang penjual dapat mengurangi persepsi terhadap
resiko dan ketidakamanan ketika bertransaksi dengan penjual. Hal ini dapat
membantu meningkatkan kepercayaan konsumen tentang kompetensi, benevolence, dan
integritas pada penjual.
b. Perceived web site quality
Perceived
web site quality yaitu persepsi akan kualitas situs dari toko maya. Tampilan toko
maya dapat mempengaruhi kesan pertama yang terbentuk. Menurut Wing Field (dalam
Chen & Phillon, 2003), menampilkan website secara professional
mengindikasikan bahwa toko maya tersebut berkompeten dalam menjalankan
operasionalnya. Tampilan website yang professional memberikan rasa nyaman
kepada pelanggan, dengan begitu pelanggan dapat lebih percaya dan nyaman dalam
melakukan pembelian.
Jenis-Jenis Kepercayaan :
Dalam hubungan organisasi ada tiga, yaitu:
1. Kepercayaan berbasis pada kekuatan akan berfungsi hanya pada tingkat bahwa hukuman itu mungkin, konsekuensi nya jelas dan hukuman sesungguhnya dijatuhkan jika kepercayaan dilanggar. Lebih dari itu potensi kerugian dari interaksi masa depan dengan pihak lain harus berimbang dengan potensi yang diperoleh dari melanggar pengharapan. Terlebih lagi pihak yang berpotensi dirugikan harus mau memperkenalkan ancaman pada orang yang melanggar kepercayaan tersebut.
Contoh dari kepercayaan berbasis kekuatan adalah hubugan manajer dengan karyawan baru. Sebagai karyawan, anda umumnya percaya pada bos baru walaupun sedikit saja pengalaman yang bisa menjadi landasan bagi kepercayaan anda. Ikatan yang menciptakan kepercayaan terletak pada wewenang yang ditanggung oleh bos dan hukuman yang dapat dijatuhkannya jika anda gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan pekerjaan anda.
2. Kepercayaan berbasis pada pengetahuan sebagian besar hubungan organisasi berakar pada kepercayaan berbasis pengetahuan. Kepercayaan yang didasarkan pada predictabilitas perilaku yang berasal dari riwayat interaksi kepercayaan itu ada jika anda memiliki informasi yang memadai tentang seseorang sehingga anda memhami bahwa mereka cukup mampu memperkirakan secara tepat perilaku mereka.
Kepercayaan ini mengandalkan informasi dan bukannya ketakutan. Pengetahuan pihak lain tentang predictabilitas tentang perilakunya menggantikan kontrak hukuman dan kesepakatan hukum yang lazim yang terdapat pada kepercayaan berbasis ketakutan. Pengetahuan ini berkembang dari waktu ke waktu, umumnya sebagai fungsi dari pengalaman yang membangun kepercayaan akan sifat dapat dipercaya dan predictabilitas. Semakin baik anda mengenal seseorang semakin akurat anda dapat memperkirakan apa yang dia lakukan. Yang menarik, pada tingkat berbasiskan pengetahuan, kepercayaan tidak perlu rusak oleh perilaku yang tidak konsisten. Jika anda yakin, anda dapat menjelaskan secara memadai atau memahami pelanggaran oleh pihak lain yang tampak dari pihak, anda dapat menerimanya, memaafkan itu, dan terus mempertahankan hubungan itu. Akan tetapi, inkonsistensi yang sama pada tingkat ketakutan mungkin secara permanen menghancurkan kepercayaan.
3. Kepercayaan berbasis pada identifikasi tingkat kepercayaan paling tinggi dicapai bila terdapat hubungan emosional antara dua pihak. Hal itu kemungkinan satu pihak bertindak sebagai agen bagi pihak lain dan menggantikan orang itu dalam transaksi interprasional. Ini disebut kepercayaan berbasis identifikasi. Kepercayaan ini ada karna masing-masing pihak saling memahami maksud masing-masing dan menghargai keiginan pihak lain. Pengertian ini berkembang ke titik dimana masing-masing pihak dapat bertindak secara efektif bagi yang lain. Pada tingkat ini terdapat tingkat kendali minimal. Anda tidak perlu memantau pihak lain karena terdapat loyalitas yang tidak perlu dipertanyakan.
Contoh dari kepercayaan berbasis identifikasi adalah pasangan suami istri yang telah lama menikah dan hidup berbahagia. Suami mempelajari apa yang penting bagi istrinya dan mengantisipasi tindak-tindakan itu. Pada giliran isteri percaya bahwa suami akan mengantisipasi apa yang penting baginya tanpa harus meminta. Peningkatan identifikasi memungkinkan masing-msing pihak berfikir seperti yang lain, merasa seperti yang lain, dan menanggapi seperti yang lain.
·
Cara
Membangun Kepercayaan dan Cara Menghillangkan Kepercayaan rekan kerja
·
Ada
lima cara yang efektif bagi para pemimpin untuk membangun kepercayaan dalam tim
mereka, dan lima cara cepat untuk kehilangan itu. Pertama mari kita
mempertimbangkan bagaimana menciptakannya.
·
Membangun
dan menjaga integritas. Ini adalah dasar dari kepercayaan dalam organisasi
apapun. Integritas harus dimulai dari posisi atas (manajer) dan kemudian
bergerak turun. Ini berarti, antara lain, menepati janji dan selalu mengatakan
kebenaran, tidak peduli betapa sulitnya. Jika orang-orang di dalam organisasi
memiliki integritas, maka organisasi itu dapat dipercaya.
·
Komunikasikan
visi dan nilai-nilai. Komunikasi sangat penting, karena memberikan celah kepada
informasi dan kebenaran. Dengan mengkomunikasikan visi organisasi, maka akan
jelas terlihat fungsi-fungsi manajemen itu. Dengan mengkomunikasikan
nilai-nilainya, metode untuk mendapatkan kepercayaan bisa dipertimbangkan.
·
Anggap
semua karyawan mempunyai derajat yang sama. Kepercayaan itu akan muncul ketika
manajer, karyawan, bahkan cleaning service diperlakukan sama dan menjadi bagian
dari tim. Jangan memulai hal ini sendiri, keluarlah dan rangkul karyawan Anda
dan teman-teman Anda. Pemimpin harus mencari pendapat dan ide-ide (dan
memberikan penghargaan untuk karyawan mereka), mengetahui nama-nama karyawan
dan keluarga mereka dan memperlakukan semuanya dengan hormat dan tulus.
·
Fokuslah
pada berbagi, bukan tujuan pribadi. Ketika karyawan merasa semua orang menarik
bersama-sama mencapai visi mereka, bukan serangkaian agenda pribadi, hasilnya
adalah kepercayaan. Ini adalah esensi dari kerja sama tim. Ketika sebuah tim
benar-benar bekerja, para pemain akan percaya satu sama lain.
·
Jangan
gila hormat. Anda bisa jadi menjadi seorang atasan, tapi jangan bertingkah
seolah-olah Andalah yang laing penting disana. Setiap orang mempunyai peranan
yang sama. Mengabaikan semua konsekuensi pribadi akan selalu menciptakan rasa
hormat dari orang-orang di sekitar kita. Dari hal ini akan datang kepercayaan.
·
Lima
cara tercepat kehilangan kepercayaan dari rekan kerja.
·
Bertindak
dan berbicara bisa jadi tidak konsisten. Tidak ada yang membingungkan orang
lebih cepat dari inkonsistensi. Dan jika kebingungan karena kontradiksi adalah
satu-satunya konstan, kepercayaan adalah harga yang harus dibayar.
Mencari keuntungan pribadi daripada berbagi. Salah satu yang keluar hanya untuk dia atau dirinya, terutama di lingkungan tim, cepat kehilangan rasa hormat dan kepercayaan dari orang lain.
Menahan informasi. Ketika komunikasi ditutup - baik atasan bawahan dan bawahan atasan memulai rumor dan memberi informasi diyakini menjadi nyata. Kemudian datang penolakan. Informasi yang benar sering terlambat, atau tidak pernah ditawarkan. Kemudian kepercayaan berantakan.
Kebohongan atau memberitahu kebenaran setengah-setengah. Ketidakpercayaan adalah cara cepat untuk memecahkan ikatan kepercayaan.
Mencari keuntungan pribadi daripada berbagi. Salah satu yang keluar hanya untuk dia atau dirinya, terutama di lingkungan tim, cepat kehilangan rasa hormat dan kepercayaan dari orang lain.
Menahan informasi. Ketika komunikasi ditutup - baik atasan bawahan dan bawahan atasan memulai rumor dan memberi informasi diyakini menjadi nyata. Kemudian datang penolakan. Informasi yang benar sering terlambat, atau tidak pernah ditawarkan. Kemudian kepercayaan berantakan.
Kebohongan atau memberitahu kebenaran setengah-setengah. Ketidakpercayaan adalah cara cepat untuk memecahkan ikatan kepercayaan.
Unsur-unsur yang ada di dalam kepercayaan :
Menurut Johnson (dalam Supratiknya, 1995: 26) kepercayaan mutlak diperlukan agar suatu relasi tumbub berkembang. Kepercayaan meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
1.
Kita
berada di mana pada situasi pilihan untuk mempercayai orang lain dapat
eminmbulkan akibat-akibat yang menguntungkan maupun merugikan bagi aneka
kebutuhan dan tujuan atau kepentingan kita. Jadi, mempercayai mengandung
resiko.
2.
Akibat-akibat
yang menguntungkan atau merugikan tersebut tergantung pada perilaku orang lain.
3.
Penderitaan karena akibat yang merugikan akan
lebih besar dibandingkan manfaat karena akibat yang menguntungkan.
4.
Kita
punya cukup keyakinan bahwa orang lain akan bertingkah laku sedemikian rupa
sehingga yang timbul adalah akibat-akibat yang merugikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar